Showing posts with label initial pilot. Show all posts
Showing posts with label initial pilot. Show all posts

Sunday, May 15, 2011

Komponen Pesawat (Aircraft Structure)

Pesawat terdiri dari banyak bagian terutama pesawat-pesawat modern. Pada dasarnya komponen pesawat terbagi atas beberapa bagian besar untuk mempermudah pemahaman tentang pesawat. Perhatikan gambar di bawah

Sebuah pesawat terdiri atas POWER PLANT, FUSELAGE, WING, EMPENAGE dan LANDING GEAR. Masing-masing dari bagian itu mempunyai peranan yang sangat penting dalam penerbangan.

POWER PLANT



Bagian ini merupakan sumber tenaga dari pesawat yang termasuk didalamnya adalah propeler dan mesin itu sendiri. Untuk mesin jet tidak menggunakan propeler diluar tetapi terdapat bilah-bilah kipas untuk kompresi udara. Mesin memutar propeler yang menghasilkan daya dorong sehingga pesawat bisa bergerak ke depan dan akhirnya terbang, ini disebut THRUST. Mesin juga menghasilkan tenaga listrik dan juga sumber tenaga untuk instrumen pesawat.

FUSELAGE

Ini merupakan badan dari pesawat yang mampu untuk menahan beban dari sayap, mesin dan bagian ekor pesawat. Pada bagian ini terdapat ruangan untuk pilot, penumpang dan bahkan ruang untuk penyimpanan bagasi dan kargo bahkan untuk pesawat besar terdapat penyimpanan bahan bakar di bagian perut pesawat..

WING 
Wing atau sayap merupakan bagian yang mampu menopang berat dari seluruh pesawat dengan sehingga pesawat bisa melayang atau bisa terbang dengan memanfaatkan perbedaan tekanan udara di bawah sayap dan diatas sayap. Berbagai bentuk sayap mulai dari yang konvensional hingga yang berbentuk delta pada pesawat modern memberikan keuntungan tertentu bagi tiap model sayap. Pada sayap terdapat beberapa bagian seperti flaps(sayap tambahan), spoiler(bisa dikatan sebagai alat pengereman udara), tangki bahan bakar, aileron (pengendali untuk berbelok arah).

EMPENAGE
Bagian belakang dari pesawat dinamakan empenage, bagian ini terdiri dari elevator(kendali naik turun pesawat), rudder (kendali berbelok hidung pesawat), dan beberapa penyeimbang horizontal dan vertikal. Bagian-bagian tersebut merupakn hal penting agar pesawat tidak berbelok kearah yang tidak beraturan atau yang tidak diinginkan sehingga pesawat terbang dengan sempurna.

LANDING GEAR
Roda pendaratan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan, ini berfungsi agar pesawat bisa berjalan diatas landasan (taxy) sebelum lepas landas (take off roll) dan juga untuk pendaratan (landing). Beberapa pesawat landing gear tidak dapat dinaikkan untuk disimpan di badan pesawat, tetapi untuk beberapa pesawat komersial bisa dipastikan semua roda pendaratan bisa dinaikkan dan disimpan di badan pesawat. Hal ini berpengaruh pada aerodinamis pesawat dan juga konsumsi bahan bakar.

Sunday, August 15, 2010

Prepare, prepare and prepare

It's not difficult to be a jet pilot but it's not easy jump to airlines pilot as 737 pilot. In several condition most initial pilot don't expect that a preparation before fly is a must. Some initial pilot think they could finish their line training that easy. Don't even think you will get pass quickly if you don't know what should you do on your jet seat. We are working in a very busy and fast job in the world.
Here's some tips before your instructor makes you busy with their question.
1. Come earlier to your briefing office and make a quick papers
2. Open discussion about today mission with your instructor is good move
3. Soon after you are in the airplane make a quick, thorough exactly as your SOP
4. Don't hold any things not appropriate with your job that might slowing down your activity, make it simple
5. Make a good departure briefing and type of flight in short time
6. Get your checklist

In some case most initial pilot adjust their time for preparation but most of them failed. a good adjustment and judgment would save your life and saving your training program. here is an example how to adjust your time so your noisy instructor wouldn't bother your activity.
Let's say you wan to descent at 100 NM from your landing airport, a good preparation is your landing and try to make an adjustment:
1. Understanding your type of approach and landing speed would takes about 2 minutes means 2 x 7=   14 NM round up to 15NM( 1 minute approximately 7 mile)
2. Let's say you need a 5 minutes approach briefing including discussion time, means 5 x 7 =  35 NM
3. At 110 NM you asked  your PNF to do descent approach checklist.
In this condition a smart way to do is 110 NM + 15NM + 35NM = 160 NM. Meaning that you should start your approach briefing including your type of approach and your approach plate preparation at 160 NM before your TOD (top of descent).
Some initial pilot have a different ability and intelligence, those adjustment just a sample so initial pilot have a spare time. I suggest you to develop and increase your ability till your briefing starts at 120 NM before TOD.

Thursday, July 1, 2010

Pesawat Bisa Terbang...??? Kenapa..??

Saat masih kecil saya sering bermain melempar batu diatas air, batu yang mempunyai lempengan tipis seperti pesawat UFO dilempar diatas air sehingga terpental dan mengambang beberapa kali diatas air sampai akhirnya batu tersebut kehilangan daya dorong dan tenggelam di air. Tentunya saat kecil kita masih terheran heran dengan fenomena alam tersebut. Fenomena tersebut secara harfiah menggambarkan bagaimana suatu benda yang terkena tekanan akan terlempar. Coba saja kita didorong oleh orang yang berbadan lebih besar, tentu kita akan terpental.
Demikian juga pesawat, kita analogikan bahwa air itu adalah udara dan batu itu sayap pesawat. Maka bisa kita gambarkan pada dasarnya pesawat mendapat tekanan pada sayap bawahnya sehingga "terpental" ke atas. Coba kita lihat gambar dari Bernoulli Pronciple




Perhatikan tekanan pada penampang yag lebih besar mempunyai tekanan yang lebih besar pula, berbanding terbalik dengan yang lebih kecil. Kita potong gambar diatas secara horizontal dan kita ambil  potongan yang terbawah lalu dibentuk sehingga menjadi gambar dibawah dan perhatikan gambartersebut baik-baik, gambar ellips dibawah kita asosiasikan dengan sayap pesawat.


Panah warna biru mempunyai tekanan yang lebih kecil dibandingkan panah yang berwarna merah. Hal ini mengakibatkan sayap pesawat akan terangkat yang menyebabkan pesawat terbang. Dengan dorongan mesin pesawat maka energi yang dihasilkan badan pesawat berbenturan dengan udara seperti kita melempar batu di air sehingga pesawat bisa melayang diudara. Untuk lebih jelasnya lagi kita perhatikan ilustrasi berikut


Tekanan di bawah sayap mengakibatkan gaya angkat (lift), inilah energi yang membuat pesawat terbang, nah jelas sudah. Selanjutnya akan kita bahas mengenai 4 daya tenaga yang mempengaruhi pesawat untuk terbang lift, drag, gravity and thrust.

Saturday, June 26, 2010

Menjadi Penerbang Pemula (2)

Waktu saat pertama sebelum memutuskan untuk benar2 menjadi pilot ada sesuatu tantangan besar yang saya rasakan, maklum terbang itu tidak mudah dan mengandung bahaya. Perasaan cemas dan takut gagal menjadi musuh utama. Informasi yang kurang lengkap ditambah dengan faktor bahasa yang bikin bingung menjadi kendala. Well...akhirnya semuanya berjalan dengan lancar. Pengalaman dengan informasi minim tersebut mudah-mudahan tidak terjadi pada adik-adik calon penerbang masa depan.  Ada pilihan dalam mengambil keputusan untuk memilih sekolah penerbangan di Amerika. Dibawah regulasi penerbangan mereka (FAA) sekolah penerbangan dibagai menjadi dua jenis berdasarkan regulasi penerbangan Amerika yaitu flying school dibawah regulasi FARs part 61 dan FARs part 141.
Kedua bentuk sekolah penerbangan tersebut nanti kita bahas selanjutnya. Pada dasarnya bila sekolah penerbangan dibawah FARs part 141 contohnya US Flight Academy selayaknya seperti akademi yang ada di STPI Curug, mereka terprogram dan mempunyai kurikulum yang terprogram serta jam terbang yang lebih sedikit. Untuk sekolah penerbangan dibawah FARs part 61 contohnya Phoenix East Aviation sedikit lebih fleksibel, tidak begitu formal layaknya sekolah part 141. Namun jam terbang yang dibutuhkan lebih banyak dari sekolah part 141 untuk mendapatkan lisensi hingga CPL.

Anyway, kedua sekolah tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Biasanya sekolah penerbang part 141 lebih mahal dari part 61. Bagi saya keduanya tidak menghambat karir untuk menjadi penerbang. Sekedar tambahan pengalaman sekolah disana para murid dimanjakan oleh banyak fasilitas instrumen penerbangan, setiap hari bebas memakai instrumen seperti ILS (Instrument Landing System) dll sehingga kita tidak buta sama sekali dengan fasilitas tersebut bila kita ingin berkarir menjadi profesional pilot.. Berbeda dengan disini untuk landing di bandara kecil saja harus bayar dan terbatas fasilitasnya.
Untuk masalah biaya, saya rasa tidak beda jauh dengan di Indonesia, cuma masalahnya rekan-rekan calon pilot harus endors lisensi FAA ke lisensi Indonesia. Well....I have to go to sleep for my morning flight, selamat memilih dan menjadi pilot handal.
ps: info ataupun sanggahan serta masukan dari para senior saya tunggu..tks