Showing posts with label Learn 737 200. Show all posts
Showing posts with label Learn 737 200. Show all posts

Saturday, July 10, 2010

Preparation to Fly 737

Hi, 
Hari ini kita akan membahas bagaimana persiapan yang dibutuhkan sebelum kita memulai penerbangan. membosankan memang, tapi bila setiap hari kita bersiap akan mendapat tantangan dan pengalaman baru maka persiapan dibawah akan jadi hal yang menarik setiap kita akan mulai terbang. Terapkan bahwa penerbangan hari ini adalah penerbangan yang pertama kali, bersiap untuk mendapatkan tantangan dan menaikkan adrenalin. But...!! don't be overconfident ..it's dangerous.
Ayo kita mulai, sebelum kita terbang ada baiknya kita mengetahui dengan pasti rute perjalanan kita. Contohnya bila penerbangan hari ini adalah JKT-SRG-JKT maka persiapkan dengan baik. Berikut persiapan sebelum terbang B737 :
1. Periksa Rute penerbangan cth: JKT-SRG-JKT:
    Siapkan route chart, frekuensi yang akan digunakan, VOR, NDB dan cek poin yang akan dilewati, dsb
2. Periksa time of departure tiap leg dan arrival time, gunanya agar kita bisa memprediksi cuaca di bandara   tujuan, menghindari terkena NOTAM bila ada penutupan bandara saat kita tiba dsb.
3. Cek keberadaan pesawat, serviceable atau tidak.
4. Lihat daftar crew pada penerbangan anda. 
5. Minta agar FOO memberikan briefing TAFOR, enroute WX, NoTAM bila ada, airport service yang sesuai dengan type pesawat kita seperti ketersediaan fuel, fire fighting grade, dll.
6. Periksa apakah flight plan yang di berikan sesuai dengan rute pada enroute chart dan airways dsb.
7. Lihat berapa fuel yang dibutuhkan untuk penerbangan tersebut di flight plan , fuel akan berbeda bila kita menggunakan jenis mesin yang berbeda seperti B737 200 dengan mesin JT8D-9 atau JT8D-15. Jumlah fuel yang dibutuhkan tentu lebih banyak  engine JT8D-15. Bila prediksi cuaca yang dihadapi akan memburuk, mendapat headwind dan sebagainya hitung ulang berapa fuel yang akan dibawa.
8. Next adalah memberikan hasil persiapan tersebut dengan short brief pada captain bila perlu pada cabin crew bila ada hal yang perlu disampaikan tanyakan pada captain anda. Selanjutnya adalah menuju ke pesawat dan siapkan pesawat.
Hal-hal tersebut diatas adalah kegiatan rutin penerbangan yang wajib dilakukan setiap hari. Bagi saya dan para senior pilot persiapan yang matang akan menyelamatkan nyawa ratusan orang. Saya harus test flight hari ini, next time kita lanjutin lagi, Be good be safe and have a nice flight..

Friday, June 25, 2010

Menghitung Top Of Descent (TOD)

Setelah beberapa kali menjadi safety bagi initial pilot saya menemukan kendala yang cukup bikin pusing para guru (instruktur). Mereka (intial pilot) bingung kapan waktunya untuk turun (descent)dari cruising level nya..!!! Hehehe…gawat juga ya..??? Sebenernya cukup simple cara yang dilakukan untuk menghitung berapa jarak yang dibutuhkan untuk turun dari ketinggian terbang (cruising level).
Cara sederhana adalah dengan cruising level di kalikan tiga ditambah 5 (non direct) atau 10 (direct). Angka 5 dan 10 merupakan jarak tempuh yang dibutuhkan untuk memperlambat kecepatan pesawat (decelerate) dan bukan merupakan angka yang absolut jadi disesuaikan dengan tipe pesawatnya. Untuk cruising level cukup dua digit pertama nya saja yang dikalikan. Let’s say kita terbang di ketinggian 25.000 ft (FL 250) maka hanya angka 25 saja yang digunakan. Kita langsung saja lihat ilustrasinya.
Non direct entry (downwind, base, etc)
Sample 1 : TOD = (FL x 3)+5 =…? cth: (25 x 3) + 5 = (75)+ 5 = 80 NM
Direct entry (straight in final)
Sample 2 : TOD = (FLx3)+10=…? cth: (25 x 3) +10 = (75)+10= 85 NM.
Sample 1: Pesawat terbang dari Balikpapan menuju Surabaya Landing RW 10 Juanda Airport left downwind.

Sample 2: Pesawat terbang dari Jakarta menuju Surabaya Landing RW 10 Juanda Airport straight in final.

Cukup mudah kan..? rekan-rekan intial pilot tinggal mengatur waktu untuk briefing, mengatur kecepatan, kapan menurunkan flaps, landing gear dll. Perhitungan diatas hanya bersifat bantuan untuk mempermudah kita dan setelah saya perhatikan di PDC dan ataupun di FMC perhitungannya beda tipis.
Untuk approach di Jakarta khususnya Soekarno Harta Airport, perhitungan lebih baik berdasarkan target di initial approach fix untuk menghindari pesawat kerendahan dari target descent. Selamat terbang and happy landing…henry hawkeye

Friday, June 18, 2010

Kenapa 80 kts Penting..!! (Boeing)

I'm back....
Ulasan hari ini buat para intial training B737 ...saya coba memberikan penjelasan dengan bahasa ibu agar (mungkin) bisa dimengerti.
Pada saat kita memberikan briefing sebelum melakukan penerbangan kita selalu mengatakan "call me 80...". Phraseologi tersebut bermakna ada sesuatu yang penting pada angka tersebut. Pada FCTM (Flight Crew Training Manual) disebutkan bahwa lepas landas harus dibatalkan (reject take off) pada atau kecepatan pesawat di angka 80 knots apabila terdapat kondisi seperti dibawah ini :

• master caution system menyala (ada lampu merah di MCP panel) lihat diagram.
• salah satu atau lebih sistem pesawat rusak
• suara yang tidak biasanya atau aneh atau getaran yang tidak seperti biasanya pada pesawat
• ban meletus
kecepatan atau akselerasi berkurang dengan takeoff power yang tidak berubah
• konfigurasi take off menunjukkan idikator tidak aman
• kebakaran atau sistem sinyal kebakaran menyala
• mesin pesawat mati
• jika pesawat tidak aman dan tidak bisa dikendalikan untuk terbang.


Jika salah satu dari kondisi tersebut ditemukan pada saat kita sebelum atau mencapai angka 80 knots maka diharuskan untuk membatalkan take off. Angka 80 juga memberikan peringatan apakah airspeed indicator kita bekerja atau tidak. Demi keselamatan diharuskan hal tersebut diperhatikan...biar cepet lulus juga kali yaa.....
Inilah mengapa angka 80 tersebut penting. Beberapa syarat diatas sangat membantu kita untuk memutuskan kapan untuk membatalkan take off atau tetap melanjutkan penerbangan. Biasanya para instruktur suka iseng menanyakan hal ini. So...rekan-rekan initial training mudah-mudahan dapat terbantu.. Selamat terbang...!!

Wednesday, February 24, 2010

Exterior Inspection B737 (part 2)

I'm back,
setelah kemarin flow untuk walkaround saya berikan sekarang coba liat secara detail apa saja yang harus diperhatikan saat kita melakukan inspeksi. Kalo cuma liat cargo yang gede2 itu biasa...ayo jangan kalah dengan engineer kita biar cepet lulus. Perhatikan gambar berikut.





Kalo bisa di upload di hp terus dipraktekin ya...(jangan ketahuan instruktur)
alur sebelumnya

Tuesday, February 23, 2010

Exterior Inspection B737-200 (part 1)

 Hi guys...
Hari ini untuk saya akan berikan sedikit tips dengan gambar bagaimana melakukan exterior inspection atau kadang2 disebut walkaround. Pada gambar terlihat inspeksi dilakukan mulai dari depan tangga sebelah kiri tepatnya dibawah window captain berputar ke kanan hingga ketemu pintu kiri depan (L1). Selesai langsung ke cockpit deh. Jangan lupa untuk memperhatikan keadaan pesawat bila terdapat keanehan, ada yang retak, semburan oli ataupun tetesan fuel dll,
Selanjutnya akan kita lihat detil walkaround tersebut, mudah-mudahan instruktur nya gak ngomel ya...selamat mencoba...

EXTERIOR INSPECTION B737-800








Prior to each flight, the flight crew must accomplish or verify that the
maintenance crew has accomplished the following checks :
·  ELECTRIC HYDRAULIC PUMP SWITCHES ………………………………….……. ON
- Alert ground personnel before pressurizing hydraulic system
- System A & B pressure 2800 PSI minimum
·  PARKING BRAKE ……………………………………………………..………………. SET
- Parking brake warning light (red) illuminated
·  EXTERIOR LIGHTS ……………………………………………………..………. STEADY
·  WHELL WELL LIGHT ……………………………………………….…………………. ON
- Do not forget to take a flashlight during night time inspection.
PART 1
START
END
Copyright Ó Smartcockpit.com / Ludovic ANDRE 2001